Dengan 900+ saham di Bursa Efek Indonesia, menganalisa satu per satu mustahil. Aplikasi screening saham memangkas pekerjaan itu: menyaring ratusan saham jadi segelintir kandidat yang layak dianalisa. Berikut cara memilih yang tepat.

Apa yang membuat screener bagus?

  1. Khusus IHSG — bukan pasar global yang kurang relevan dengan emiten lokal.
  2. Filter lengkap — kombinasi teknikal (breakout, golden cross, RSI) & fundamental (PER, ROE).
  3. Cepat — memindai ratusan saham dalam hitungan detik.
  4. Lanjut ke analisa — idealnya bisa langsung menganalisa kandidat lebih dalam, bukan sekadar daftar.

Detail soal kriteria filter ada di panduan cara screening saham IHSG.

Kriteria filter populer

  • Breakout / Volume breakout — saham menembus resistance dengan volume.
  • Golden cross — MA pendek memotong ke atas MA panjang.
  • RSI oversold — indikasi jenuh jual.
  • Fundamental — PER/PBV wajar, ROE tinggi, laba tumbuh.

Pilihan yang kami review

Salah satu tools yang menyediakan screener lengkap adalah Sentinel — punya 20+ filter strategi dan memindai 950+ saham IHSG dalam hitungan detik, lalu membantu menganalisa kandidat terbaiknya (fundamental, teknikal, sentimen, hingga bandarmology). Cocok bagi yang ingin alur screening → analisa dalam satu tempat.

Kalau fokusmu lebih ke ide harian dari sentimen berita, lihat juga StockSense Pulse Pro. Bingung pilih? Baca perbandingannya.

Tips memakai screener

  • Mulai dari tujuan: cari momentum, value, atau dividen?
  • Jangan beli mentah dari hasil screening — analisa dulu kandidatnya.
  • Gabungkan filter secukupnya; terlalu banyak filter bisa menyisakan nol hasil.

Kesimpulan

Aplikasi screening yang baik menghemat berjam-jam waktu riset dan membuatmu fokus pada saham yang relevan. Tapi screener hanya alat penyaring — keputusan akhir tetap butuh analisa mendalam dan manajemen risiko.

Disclaimer: Artikel ini edukasi & memuat tautan afiliasi, bukan rekomendasi atau jaminan keuntungan. Trading saham berisiko. Lakukan riset mandiri.