Dengan lebih dari 900 saham di Bursa Efek Indonesia, mustahil menganalisa semuanya satu per satu. Di sinilah screening saham berperan: menyaring ratusan saham menjadi segelintir kandidat yang layak dianalisa lebih dalam.
Apa itu screening saham?
Screening adalah proses menyaring saham berdasarkan kriteria tertentu — fundamental, teknikal, atau keduanya — agar kamu fokus hanya pada saham yang sesuai strategimu.
Kriteria fundamental yang umum
- Pertumbuhan laba/pendapatan positif.
- Valuasi wajar (PER/PBV di bawah ambang tertentu).
- ROE tinggi & utang (DER) terkendali.
- Membayar dividen (bila kamu mengincar pendapatan).
Kriteria teknikal yang umum
- Breakout: harga menembus resistance dengan volume.
- Golden cross: MA pendek memotong ke atas MA panjang.
- RSI oversold: indikasi jenuh jual.
- Volume breakout: lonjakan volume tidak biasa.
Alur kerja screening yang efektif
- Tentukan tujuan: cari saham momentum, value, atau dividen?
- Pilih kriteria yang sesuai tujuan itu.
- Jalankan filter untuk mempersempit kandidat.
- Analisa mendalam beberapa kandidat terbaik (jangan langsung beli dari hasil screening).
Mempercepat screening
Screening manual lewat spreadsheet melelahkan dan mudah ketinggalan data. Tools seperti Sentinel menyediakan stock screener dengan 20+ filter strategi (breakout, golden cross, dip buy, RSI oversold, dan lainnya) yang bisa memindai 900+ saham IHSG dalam hitungan detik — lalu kamu tinggal menganalisa kandidat terbaiknya.
Kesimpulan
Screening adalah langkah awal yang menghemat banyak waktu: dari ratusan saham menjadi beberapa kandidat. Tapi screening hanya menyaring — keputusan tetap perlu analisa mendalam dan manajemen risiko.
Disclaimer: Artikel ini bersifat edukasi, bukan rekomendasi saham, dan bukan jaminan keuntungan. Trading saham mengandung risiko kerugian. Lakukan riset mandiri.